Sabtu, 06 Maret 2010

profil sony


PROFIL SONY 'J-ROCKS





Nama : Sony
Gaya Permainan : Rock
Band Saat ini : J-Rock's
Pengaruh musikal : L'Arc~en~Ciel, Muse, Alicia Keys, The Beatles, Jimi Hendrix, RHCP, Siti Nurhaliza, Steve Vai
Posisi Dalam Band : Lead Gitaris
Gitar Yang Digunakan : Marlique Deluxe series (Pick Up VR extreme keluaran Tesla Pick Up Korea), PRS.SE Camouflage,
TelecasterAmpli : Head Cabinet Carvin Legacy
Prestasi : Juara 1 Nescafe Get Started 2004 Nama Sony sebenarnya belum sepopuler gitaris-gitaris papan atas Indonesia seperti Eet Sjahranie, Abdee Negara, Jikun, dll. Namun di kalangan fans-fans musik Japanese Rock Indonesia, gitaris satu ini dikenal secara luas karena sedang populer berkat suksesnya penjualan album Topeng Sahabat bersama grupnya, J-RockStar (JRS).J-Rocks (JRS) memang masih baru dalam industri musik. Nama mereka mencuat setelah menjadi finalis dan akhirnya keluar sebagai juara pertama kontes musik yang diselenggarakan oleh Nescafe. Pada babak grand final JRS berhasil mengalahkan 2 band saingan, B-Five (dari Makassar) dan Cool Khas (dari Jogjakarta). Memang warna musik yang ditawarkan oleh JRS saat itu belum ada di industri musik Indonesia. JRS mengadaptasi musik L'Arc~en~Ciel dan beberapa artis Jepang lainnya. Akhirnya band ini mendapat kontrak rekaman dengan label Aquarius Musik.

Minggu, 28 Februari 2010

10 MOBIL TERMAHAL DIDUNIA

1O MOBIL TERMAHAL DI DUNIA



1. Bugatti Veyron seharga $ 1.700.000 atau kira-kira sekitar 17 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam 2,6 detik. Kecepatan rata-rata bisa mencapai 407km/jam.



2. Lambourghini Reventon seharga $ 1.600.000 atau sekitar 16 M, dapat mencapai akselerasi 0-96 km dalam 3,3 detik. Kecepatan rata-rata mampu hingga 338 km/jam.




3. McLaren F1 seharga $ 970.000 atau kira-kira sekitar 9,7 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam waktu 3,2 detik. Kecepatan rata-rata mampu hingga 386 km/jam.





4.Ferrari Enzo seharga $ 670.000 atau kira-kira sekitar 6,7 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam waktu 3,4 detik. Kecepatan rata-rata mampu hingga 350 km/jam.




5. Pagani Zonda seharga $ 667.000 atau kira-kira sekitar 6,67 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam waktu 3,5 detik. Kecepatan rata-rata mampu sampai dengan 346 km/jam.




6.SSC Ultimate Aero seharga $ 564.000 atau kira-kira seharga 5,64 M, dapat mencapai akselerasi 0-97km dalam 2,7 detik. Kecepatan rata-rata mampu sampai dengan 350km/jam.





7. Saleen S7 Twin Turbo seharga $ 555.000 atau kira-kira sekitar 5,5 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam 3,2 detik. Kecepatan rata-rata mampu sampai dengan 397 km/jam.





8. Koenigsegg CCX seharga $ 545.000 atau kira-kira sekitar 5,45 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam 3,4 detik. Kecepatan rata-rata sanggup sampai dengan 394 km/jam.





9. Mercedes Benz SLR McLaren Roadster seharga $ 495.000 atau kira-kira sekitar 4,95 M, dapat mencapai akselerasi 0-97 km dalam waktu 3,8 detik. Kecepatan rata-rata sanggup sampai dengan 334 km/jam.



10 Porsche Carrera GT seharga $ 440.000 atau kira-kira seharga 4,4 M, dapat mencapai akselerasi 0-97km dalam 3,9 detik. Kecepatan rata-rata mampu sampai dengan 330km/jam.




















Profil Sweet As Revenge

Sweet as Revenge secara resmi berdiri di Jakarta pada awal November 2003. Dimulai dari pertemuan Max, Qzoot (gitar) dan Febri (bass) di sebuah distro di Jakarta.

Berawal dari obrolan mengenai interest yang sama pada genre post-hardcore, kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membuat sebuah band yang memainkan musik post-hardcore itu sendiri. Waktu berjalan, dan berdirilah Sweet as Revenge.

Nama yang unik, karena semua personil awal di band ini pernah merasakan pengalaman pahit dengan band-band mereka yang terdahulu. Dan menjadikan Sweet as Revenge sebagai ajang pembuktian. Bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik.

Berawal dari hanya berlatih di studio, kemudian mereka memutuskan untuk merekam demo mereka yang pertama. Lagu pertama mereka berjudul "Broken Lines and Empty Smile". Bermodalkan satu lagu sendiri serta beberapa lagu cover, Sweet as Revenge mulai merambah panggung-panggung di berbagai acara komunitas di Jakarta.

Tampil dengan hanya ditonton segelintir orang sebagai band pembuka, atau tampil paling akhir sebagai band penutup telah mereka rasakan. Hal itu tidak membuat mereka patah semangat, tapi dianggap sebagai pengalaman yang akan memperkuat mereka sebagai sebuah band. Lagu "Broken Lines and Empty Smile" akhirnya menarik minat dE Records.

Lagu tersebut direkam ulang untuk disertakan dalam kompilasi "Anthems of Tomorrow" (dE Records, 2004). Sebuah album kompilasi yang berisi band-band bergenre post-hardcore dan sejenisnya. Lagu "Broken Lines and Empty Smile" juga sempat merajai chart MTV Cutting Edge selama beberapa minggu.

Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah band yang masih berumur sangat muda. Hal ini juga yang mengangkat nama mereka ke permukaan dan mulai dikenal oleh publik.

Seiring dengan berjalannya waktu, serta perbedaan visi, misi dan kepentingan dari masing-masing personil, mengakibatkan beberapa kali pergantian personil serta perubahan musikalitas Sweet as Revenge secara keseluruhan.

Setelah melewati proses rekaman yang panjang, hasil karya mereka dapat didengar pada sebuah mini album berjudul "Birth of Expectations" (Self Released, 2008) yang dirilis pada 5 Januari 2008. Sebuah mini album berisi 6 lagu yang merefleksikan pahit dan manisnya kehidupan mereka. Baik sebagai band ataupun sebagai individu masing-masing personil.

Rilisnya mini album "Birth of Expectations" mendapat respon yang cukup baik. Acara Release Party mini album itu sendiri dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton. Jumlah yang cukup fantastis. Singel mereka yang berjudul "Potret Kehampaan" juga sering terdengar di radio.

Selepas rilisnya mini album "Birth of Expectations", Sweet as Revenge semakin aktif bergerilya dari panggung ke panggung dan mulai merambah media. Mulai dari panggung acara komunitas, pensi SMA, acara kampus, live performance, promo dan interview di radio, semua dilibas habis.

Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menambah jam terbang saja, tetapi juga sebagai usaha untuk menjangkau pendengar baru, mereka yang sama sekali tidak mengenal Sweet as Revenge. Terbukti cara ini cukup ampuh, banyak yang akhirnya jatuh hati kepada band ini setelah mereka mendengar dan menyaksikan langsung penampilan Sweet as Revenge.

Sebagai salah satu band generasi awal dari booming genre post-hardcore di tanah air, Sweet as Revenge berusaha untuk terus konsisten dan tidak terbawa arus trend musik yang sangat cepat berganti.

Sampai saat ini, formasi terakhir Sweet as Revenge adalah: Dinand (vokal), Qzoot (gitar), Mamie (gitar), Febri (bass), Nissa (keyboard), dan Nanda (drum). Perjalanan dari panggung ke panggung, konflik demi konflik serta pengalaman hidup dari masing-masing personil telah memperkaya pengalaman Sweet as Revenge sebagai sebuah band.

Hal ini membuat mereka berusaha untuk lebih solid dan konsisten dalam berkarya. Sweet as Revenge akan terus mempertahankan eksistensinya serta melahirkan karya-karya yang dapat menghibur penggemar musik dimanapun mereka berada.